Selama semester pertama 2026, Departemen Scripture Engagement & Discipleship Kartidaya Sahabat Indonesia terus membangun fondasi agar hasil penerjemahan Alkitab tidak berhenti sebagai sebuah produk, tetapi sungguh digunakan untuk memuridkan dan mentransformasi kehidupan masyarakat.

Melalui tiga pelatihan yang dilaksanakan di Gugus Sriwanda, Gugus Phinisi, dan komunitas bahasa Mualang, sebanyak 92 peserta dari 9 komunitas bahasa telah diperlengkapi untuk menggunakan Firman Tuhan dalam konteks pelayanan mereka. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tim penerjemah, pendeta, penginjil, guru sekolah minggu, hingga pemimpin gereja yang dipersiapkan untuk membangun kelompok-kelompok pemuridan di komunitasnya.

Selain pelatihan di lapangan, semester ini juga menjadi masa pembangunan fondasi jangka panjang melalui penyempurnaan modul pelatihan, pengembangan media Story Board OneStory, perancangan sistem monitoring digital, serta pengembangan Scripture Engagement Index (SE Index) sebagai alat untuk mengukur dampak penggunaan Alkitab dalam kehidupan komunitas.

Pencapaian ini menjadi langkah awal menuju visi yang lebih besar: melihat setiap hasil penerjemahan Alkitab tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami, dihidupi, dan diwariskan melalui proses pemuridan yang berkelanjutan di setiap komunitas bahasa.