Kemitraan antara lembaga pelayanan dan gereja menjadi langkah penting dalam memperluas dampak pelayanan penerjemahan Alkitab di Indonesia. Melalui kesepakatan bersama, visi untuk menghadirkan Firman Tuhan dalam bahasa dan budaya setempat dapat dikerjakan secara lebih terpadu, terarah, dan berkelanjutan.

Kartidaya Sahabat Indonesia (KSI) bersyukur atas terjalinnya kerja sama dengan PGIW Sulawesi Barat, GKSS, dan Sinode KIBAID. Ketiga lembaga ini memiliki kerinduan yang sejalan untuk melihat masyarakat dan suku-suku bangsa di Indonesia mengalami perubahan melalui kehadiran Firman Tuhan yang hidup dalam bahasa dan budaya mereka sendiri.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Makassar pada 20 April 2026 menjadi momen penting yang meneguhkan komitmen bersama antar lembaga. Para pemimpin dari masing-masing pihak hadir dan secara langsung menandatangani kesepakatan sebagai wujud kesatuan visi dan misi. KSI bersama PGIW Sulawesi Barat, GKSS, dan Sinode KIBAID menyatakan kesiapan untuk berjalan bersama dalam menghadirkan Firman Tuhan yang dapat dipahami secara utuh oleh setiap suku bangsa, dalam bahasa dan budaya mereka sendiri.

Kemitraan ini tidak hanya berbicara tentang kerja sama administratif, tetapi juga mencerminkan panggilan bersama dalam pelayanan. Dengan kekuatan jaringan gereja dan pengalaman masing-masing lembaga, diharapkan upaya penerjemahan Alkitab serta pengembangan bahasa lokal dapat menjangkau lebih banyak komunitas yang selama ini belum memiliki akses penuh terhadap Firman Tuhan.

KSI berharap kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Melalui sinergi ini, semakin banyak masyarakat dan suku bangsa di Indonesia dapat mengalami transformasi hidup oleh kasih dan Firman Tuhan, yang hadir secara nyata dalam bahasa serta konteks budaya mereka sendiri.