Untuk pertama kalinya, jemaat di Gereja GKII Ora Et Labora Minjul, Kalimantan Barat, dapat membaca bagian-bagian penting dari Injil Lukas dalam bahasa Air Tabun. Kisah tentang kelahiran Yesus, pelayanan-Nya, penderitaan, kematian, hingga kebangkitan-Nya kini dapat mereka baca dalam bahasa yang akrab bagi mereka.

Melalui Sosialisasi Buku Cerita Edisi Percobaan Lukas pasal 1, 23, dan 24, masyarakat diajak membaca hasil terjemahan sekaligus memberikan masukan agar setiap bagian mudah dipahami oleh para penutur Air Tabun. Pada kesempatan yang sama, Buku Cerita Edisi Pertama Lukas pasal 20, 21, dan 22 juga dibagikan untuk digunakan dalam ibadah, pendalaman Alkitab, pelayanan anak, hingga persekutuan keluarga.

Sukacita itu terlihat dari cerita yang dibagikan jemaat setelah membaca buku-buku tersebut. Kisah-kisah tentang Yesus yang selama ini dibaca dalam bahasa Indonesia kini terasa lebih mudah dipahami ketika hadir dalam bahasa Air Tabun. Beberapa jemaat bahkan mengaku baru mengerti dengan lebih jelas isi dari bagian-bagian firman Tuhan yang sebelumnya terasa sulit bagi mereka.

Mereka berharap semakin banyak orang Air Tabun dapat membaca firman Tuhan dalam bahasa mereka sendiri, terutama para orang tua yang tidak lagi memahami bahasa Indonesia dengan baik. Kerinduan mereka agar setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal Yesus melalui bahasa yang mereka pahami sejak kecil.