Pada 4 Maret 2026, Gugus Kuri Pasai mencapai tonggak penting dengan selesainya lokakarya penerjemahan, menandai langkah menuju tahap akhir berupa pemeriksaan konsultan dan pembacaan bersama komunitas. 

Proses pemeriksaan kini dilakukan secara daring, mempertemukan tim penerjemah, fasilitator, dan konsultan di tengah keterbatasan jaringan di kampung-kampung. 

Namun, tantangan tersebut tidak menghalangi jalannya proses. Setiap bagian teks tetap diperiksa dengan teliti, menjaga kesetiaan dan kejelasan pesan yang akan disampaikan. 

Sementara itu, beberapa bahasa juga telah memasuki tahap pembacaan akhir oleh penutur setempat, sebagai uji nyata dalam kehidupan komunitas. Secara keseluruhan, enam bahasa kini semakin mendekati tahap percetakan. 

Sepanjang Maret hingga April, seluruh tim memusatkan perhatian pada penyelesaian tahap akhir ini. Di tengah segala keterbatasan, mereka tetap bersatu menyelesaikan apa yang telah dimulai, dengan setia mengikuti pimpinan dan tuntunan Tuhan Yesus. Pada akhirnya, proses ini mengingatkan kita bahwa penerjemahan Alkitab bukan hanya tentang menyelesaikan teks, tetapi tentang menghadirkan Firman Tuhan ke dalam kehidupan. Dan ketika Firman itu akhirnya sampai ke tangan dan hati para penuturnya, di situlah kerja keras, ketekunan, dan iman bertemu dalam satu tujuan yang sama: agar setiap orang dapat mendengar Tuhan berbicara dalam bahasa mereka sendiri.