Dulu, suami saya bukan orang yang memimpin kami dalam hal-hal rohani. Kami hidup seperti biasa saja. Tidak ada kebiasaan berdoa bersama, tidak ada waktu khusus untuk mengajar anak-anak tentang kebenaran.

Tapi semuanya mulai berubah sejak dia mengikuti lokakarya demi lokakarya, dan terlibat dalam pemeriksaan Kitab Amsal. Dia sering bercerita kepada saya tentang nasihat-nasihat yang dia temukan dalam kitab Amsal. Katanya, banyak sekali pesan tentang bagaimana seharusnya orang tua mendidik anak, tentang hikmat, tentang jalan yang benar, tentang takut akan Tuhan.

Awalnya saya hanya mendengar.
Tapi kemudian saya mulai melihat.

Suami saya mulai mengajak anak-anak kami berdoa. Dia mulai berbicara kepada mereka dengan cara yang lebih sabar, lebih penuh perhatian. Dia bahkan mulai mengajarkan hal-hal yang dia pelajari, langsung kepada anak-anak kami. Hal-hal itu… tidak pernah dia lakukan sebelumnya.

Sebagai seorang istri, saya tahu, ini bukan perubahan kecil. Ini perubahan hati. Dan saya percaya, semua itu terjadi karena firman Tuhan yang dia dengar dan pahami … dalam bahasa yang benar-benar dia mengerti.