Pelayanan penerjemahan Alkitab tidak pernah dikerjakan sendirian. Di dalamnya ada banyak pihak yang berjalan bersama, saling belajar, dan saling menguatkan sesuai dengan peran yang Tuhan percayakan. Dalam proses inilah Kartidaya juga berkesempatan untuk hadir dan belajar bersama organisasi penerjemahan lain di Indonesia.
Dalam kerja sama dengan salah satu mitra, OSD, proses pendampingan dijalani sebagai bagian dari perjalanan bersama. Kehadiran seorang konsultan dalam program penerjemahan di Gugus MUST, serta proses mentoring bagi seorang staf yang sedang dipersiapkan menjadi calon konsultan, menjadi ruang belajar yang dijalani secara bertahap. Fokusnya bukan hanya pada alih pengetahuan, tetapi pada pertumbuhan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan pelayanan yang sesuai dengan konteks OSD.
Pendampingan ini diterima dengan baik oleh mitra. “Melalui mentoring dari Kartidaya, kami semakin memahami langkah-langkah yang tepat dalam program penerjemahan secara umum. Pemahaman ini terus kami terapkan hingga sekarang, dengan pengembangan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan OSD,” ujar pimpinan OSD. Kesaksian ini menjadi pengingat bahwa proses belajar dalam pelayanan sering kali berlangsung melalui perjumpaan dan kebersamaan.
Melalui kerja sama ini, Kartidaya bersyukur dapat mengambil bagian secara sederhana. Bukan sebagai pihak yang lebih tahu, melainkan sebagai sesama pelayan yang terus belajar. Dalam semangat saling berbagi dan bertumbuh bersama, pelayanan penerjemahan Alkitab bagi suku-suku di Indonesia dapat terus berjalan dan diperkaya oleh banyak tangan dan hati.