Dalam penerjemahan Alkitab, ada kata-kata yang tidak bisa dipilih begitu saja. Kata-kata seperti TUHAN, Bait Allah, mezbah, atau hikmat tidak hanya menyampaikan arti, tetapi juga memuat makna iman, sejarah, dan cara berpikir yang panjang. Karena itu, ketika kata-kata ini diterjemahkan ke dalam bahasa daerah, setiap pilihan perlu ditimbang dengan hati-hati agar maknanya tetap setia dan dapat dipahami oleh gereja serta komunitas penutur bahasa setempat.
Seminar Kata Kunci menjadi ruang untuk proses tersebut. Dalam forum ini, tim penerjemah dan konsultan memaparkan pilihan terjemahan beserta maknanya, lalu membuka percakapan bersama gereja lokal dan perwakilan komunitas. Melalui dialog ini, setiap kata kunci didengarkan, dipertimbangkan, dan disepakati bersama sebelum digunakan secara luas dalam terjemahan.
Proses ini dilaksanakan dalam Seminar Kata Kunci di Gugus Phinisi pada Sabtu, 24 Januari 2026, dengan melibatkan dua komunitas bahasa. Sekitar 40 peserta hadir, terdiri dari pemimpin gereja, tua-tua, diaken, dan MTT. Dalam kebersamaan tersebut, pemimpin gereja dari GKSS dan Gereja Bala Keselamatan Koorps Balang Buki bersama para peserta meninjau dan menyetujui penggunaan Alkitab lisan dalam kedua bahasa tersebut.
Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam perjalanan penerjemahan. Tim penerjemah melanjutkan ke tahap perekaman akhir, dengan harapan agar Alkitab lisan dapat segera diterbitkan dan digunakan oleh komunitas penutur. Melalui proses yang dijalani bersama, Firman Tuhan dihadirkan dengan bahasa yang setia, dapat dipahami, dan berakar dalam kehidupan jemaat.