Lokakarya yang berlangsung pada 13–18 April 2026 ini menjadi ruang pertemuan lintas gugus Phinisi, Sempekat, dan Ma'labi untuk bertumbuh bersama.
Melalui rangkaian pelatihan dan sesi capacity building yang berlangsung selama 13–18 April 2026, para fasilitator dari berbagai gugus diperlengkapi tidak hanya secara teknis, tetapi juga secara arah dan nilai pelayanan. Dalam sesi yang dibawakan oleh Tim Human Capital Kartidaya, peserta diajak kembali memahami bahwa visi, misi, dan nilai merupakan fondasi utama yang memberi arah dan menjaga keberlanjutan pelayanan.
Sejalan dengan itu, para fasilitator juga dibekali dengan pemahaman menyeluruh tentang Oral Bible Translation (OBT), mulai dari konsep dasar, langkah-langkah penerjemahan, hingga proses internalisasi cerita. Penggunaan tools seperti Paratext turut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan ketepatan hasil terjemahan. Melalui penguatan ini, para fasilitator dipersiapkan untuk menjalankan peran mereka secara lebih utuh—tidak hanya sebagai pelaksana teknis, tetapi sebagai pelayan yang memahami tujuan besar dari setiap proses yang dikerjakan. Dengan demikian, seluruh pelayanan dapat tetap selaras dengan visi Kartidaya dalam menghadirkan transformasi hidup melalui Firman Tuhan.