Pada tanggal 6 dan 9–10 Maret 2026, sebuah langkah penting tengah berlangsung di wilayah Papua melalui pelaksanaan Seminar Kata Kunci Bahasa Ansus dan Waropen. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan ruang dialog yang hidup, mempertemukan penatua, pendeta, tokoh masyarakat, serta jemaat dalam satu tujuan bersama: menjaga kemurnian dan kejelasan pesan Firman Tuhan dalam bahasa lokal. Kegiatan ini menjadi langkah strategis juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara iman, bahasa, dan budaya dalam memperkuat pemahaman jemaat.