Tidak ada penerjemah Alkitab yang lahir dalam semalam. Di balik setiap orang yang melayani, ada proses panjang untuk belajar, dibentuk, dan bertumbuh sebelum akhirnya berjalan bersama masyarakat bahasa. Itulah yang kembali dimulai melalui Akademi Kartidaya.
Pada Senin, 29 Juni 2026, Akademi Kartidaya kembali membuka rangkaian pelatihannya dengan menyambut delapan peserta yang akan dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam pelayanan penerjemahan Alkitab di Indonesia. Pembukaan ini menjadi langkah awal dari sebuah perjalanan yang bukan hanya membekali mereka dengan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, cara pandang, dan hati seorang pelayan.
Selama satu bulan ke depan, kedelapan peserta akan mengikuti pelatihan intensif yang memperkenalkan mereka pada berbagai aspek pelayanan penerjemahan Alkitab. Mereka akan belajar tentang misi Allah, bahasa, budaya, kehidupan lintas komunitas, serta berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam pelayanan. Namun, pembelajaran mereka tidak berhenti di ruang kelas. Setelah masa pelatihan berakhir, mereka akan melanjutkan proses melalui praktik lapangan dan pendampingan agar setiap materi yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan dan pelayanan nyata.
Delapan peserta ini datang dengan latar belakang yang beragam. Meski demikian, mereka dipersatukan oleh satu kerinduan yang sama: bersedia dipersiapkan untuk melayani agar semakin banyak masyarakat di Indonesia dapat mengenal firman Tuhan dalam bahasa yang paling dekat dengan hati mereka.
Di tengah masih besarnya kebutuhan penerjemahan Alkitab di berbagai komunitas bahasa di Indonesia, setiap orang yang bersedia belajar dan dibentuk menjadi bagian dari jawaban Tuhan bagi pelayanan ini. Karena itu, Akademi Kartidaya bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk mempersiapkan para pelayan yang suatu hari nanti akan berjalan bersama gereja dan masyarakat bahasa, menghadirkan firman Tuhan dalam bahasa yang mereka pahami.