Apa yang terjadi setelah Alkitab diterjemahkan? Pertanyaan inilah yang menjadi dasar pelaksanaan pelatihan Scripture Engagement bagi komunitas bahasa Mualang di Belitang, Kalimantan Barat, pada 18–22 Mei 2026.

Sebanyak 35 pendeta, vikaris, evangelis, dan pelayan gereja belajar bersama menggunakan Alkitab bahasa Mualang untuk memahami firman Tuhan secara lebih mendalam dan menyampaikannya kepada jemaat.

Melalui pelatihan khotbah eksposisi sederhana, para peserta diajak mengamati teks Alkitab, menemukan pesan utamanya, lalu mengubah hasil pengamatan tersebut menjadi bahan pemberitaan firman yang relevan bagi komunitas mereka.

Yang menggembirakan, para peserta merasakan bahwa Alkitab dalam bahasa mereka sendiri membantu mereka lebih dekat dengan isi firman Tuhan. Mereka tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mendiskusikannya bersama.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa hasil terjemahan tidak berhenti sebagai sebuah buku. Ketika digunakan dalam pembelajaran, pemuridan, dan pelayanan gereja, firman Tuhan mulai hadir dan bekerja dalam kehidupan masyarakat bahasa yang menerimanya.